Reborn
  
PILIHAN HARI INI: DARI GELAP MENUJU TERANG
Dipublikasikan pada 15 Maret 2026
3 min baca

Bacaan: Yohanes 9:1-41

Hari-hari ini kita hidup di tengah begitu banyak pilihan, tetapi sering kali justru semakin bingung menentukan arah. Banyak orang mulai mengandalkan rekomendasi AI untuk mengambil keputusan, mengikuti promo yang sedang ramai, atau bahkan terbiasa memilih sesuatu seperti bermain gacha (beli kotak hadiah tanpa tahu isinya). Di balik semua itu, ada kenyataan yang jarang diakui: sebagian orang takut mengambil keputusan sendiri. Kita khawatir salah, takut dikritik, atau terluka ketika pilihan kita dianggap keliru oleh orang lain. Ketika rasa takut itu menguasai, perlahan kita kehilangan arah dan membiarkan hidup ditentukan oleh hal-hal di luar diri kita.

Dalam kisah Yohanes 9, para murid melihat seorang yang buta sejak lahir dan segera bertanya: siapa yang berdosa sehingga hal ini terjadi? Pertanyaan itu mencerminkan kecenderungan manusia untuk mencari kambing hitam atas penderitaan. Namun Yesus menolak cara pandang yang sederhana itu. Ia tidak terjebak dalam menyalahkan masa lalu atau mencari penyebab moral atas penderitaan. Sebaliknya, Yesus menghadirkan terang Allah di tengah situasi yang gelap.

Kegelapan tidak selalu berbentuk kebutaan fisik. Ia bisa hadir sebagai rasa bersalah yang terus menghantui, luka batin yang tidak pernah sembuh, atau perasaan tidak berharga yang diam-diam menguasai hidup seseorang. Ketika kegelapan itu dibiarkan, ia bisa menentukan cara kita melihat diri, masa depan, bahkan Tuhan. Tanpa kita sadari, hidup kita mulai dikendalikan oleh ketakutan, bukan oleh pengharapan.

Kabar baik dari Injil adalah bahwa Yesus tidak menjauh dari kegelapan manusia. Ia datang justru untuk menjumpai mereka yang hidup dalam kebingungan dan luka. Ketika mata orang buta itu dibuka, bukan hanya penglihatannya yang dipulihkan, tetapi juga cara ia melihat Yesus sebagai Tuhan. Terang Kristus tidak sekadar mengubah keadaan luar, tetapi juga menerangi hati manusia dari dalam.

Masa Prapaskah mengingatkan kita bahwa sering kali manusia sulit mengenali bagaimana Allah sedang bekerja di tengah hidupnya. Dalam berbagai pergumulan—dosa, penderitaan, atau kelemahan tubuh—Allah tidak meninggalkan manusia, tetapi hadir melalui Yesus untuk menarik kita kembali kepada-Nya. Allah bukan pencipta penderitaan, melainkan Dia yang menopang manusia yang rapuh dan memulihkan hidupnya. Bahkan di tengah kelemahan, seseorang tetap dapat menjadi saluran kehadiran Roh Allah bagi orang lain. Di dalam terang Kristus itulah kita belajar melihat hidup dengan cara yang baru—dari gelap menuju terang.

Pdt. Yohanes P. Pratama

Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
Bagikan Artikel Ini