Reborn
  
KELUARGA YANG MEWARISKAN KETELADANAN
Dipublikasikan pada 25 Oktober 2026
2 min baca

Bacaan: Ulangan 34:7, 1 Korintus 11:1

Ada pepatah yang berbunyi Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Apa artinya? Setiap orang yang meninggal dunia akan meninggalkan nama baik atau nama buruk berdasarkan kata, perbuatan dan perilakunya. Nama dan reputasi seseorang akan dikenang lewat perbuatan, jasa serta teladannya. Demikianlah juga catatan hidup Nabi Musa dan Rasul Paulus.

Jonathan Edward pernah berkata: “Every Christian Family ought to be, as it were, a little church, consecrated to Christ, and wholly influenced and governed by rules. And family education and order are some of the chief means of grace. If these fail, all others means are likely to prove ineffectual.” Bandingkan dengan Max Jukes.

Apa yang menyebabkan sistem keluarga bangsa Romawi dan Amerika Serikat runtuh: kemerosotan standard moral spiritual dan disfungsi orang tua. Dalam keluarga kehilangan keteladanan:

1. Ruang Publik

Kepada jemaat atau umat gereja Korintus, Rasul Paulus berkata: Ikutilah teladanku sama seperti aku mengikuti teladan Kristus (1 Kor 11:1). Tentu saja, untuk dapat menjadi teladan/contoh mengikut Yesus, anda dan saya harus sedang benar-benar mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh!

2. Ruang Privat

Secara personal, Rasul Paulus berhasil memuridkan totalitas hidup Timotius, anak rohaninya: Engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, tujuanku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku (2 Tim 3:10). Ia sukses mentransfer materi sekaligus nilai-nilai kristiani nan rohani

3. Modelling

Anak-anak belajar dari cara hidup orang tua atau keluarga besarnya. Ingat komponen utama keteladanan adalah reliable and relatable. Anak-anak adalah pembelajar tercepat dalam menirukan (the fast learner)

Akhirnya, belajarlah dari tokoh-tokoh familiar Alkitab (Musa dan Paulus). Dalam minggu terakhir bulan keluarga ini wariskan perkara-perkara rohani yang sungguh-sungguh penting dan bernilai abadi melalui keteladanan hidup seperti Kristus Yesus Tuhan kita. Amen!

Pdt. Kaleb Kiantoro

Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
Bagikan Artikel Ini