Reborn
  
MENGALAH UNTUK MENANG
Dipublikasikan pada 21 Oktober 2026
2 min baca

Matius 17:22-27

“Tetapi supaya kita tidak membuat mereka gusar, pergilah memancing ke danau.…”

(Matius 17:27a)

Dalam relasi antarmanusia, kadang dapat terjadi konflik karena masing-masing pihak mempertahankan apa yang diyakini sebagai kebenaran. Sangat mungkin apa yang diyakini oleh kedua pihak tidak salah, karena masingmasing mengandung kebenaran dari perspektifnya.

Menurut peraturan yang berlaku di kalangan orang Yahudi, setiap laki-laki berusia 20 tahun ke atas dikenai kewajiban membayar pajak Bait Allah sebesar setengah syikal atau dua dirham. Bacaan kita menceritakan bahwa seorang pemungut pajak Bait Allah mendatangi Petrus dan berkata, “Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?” Pemungut pajak ini ingin mengetahui posisi Yesus: apakah Ia menentang pembayaran pajak Bait Allah atau menyetujuinya? Apa yang dikatakan Yesus kepada Petrus sebenarnya mengungkapkan fakta bahwa sebagai Anak Allah, Ia dan para pengikut-Nya tidak wajib membayar pajak di rumah-Nya sendiri. Namun, Yesus tidak bersikeras mempertahankan hak-Nya itu. Yesus, melalui mukjizat uang dirham di dalam mulut ikan, tetap memenuhi kewajiban membayar pajak tersebut. Pertimbangan-Nya adalah “supaya kita tidak membuat mereka gusar.” Dalam terjemahan edisi I, dinyatakan, “jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka.”

Kadang kita mempersoalkan sesuatu yang bukan bersifat prinsip. Konflik untuk hal yang tidak bersifat prinsip sebenarnya dapat dihindari apabila salah satu pihak bersedia mengalah. Itulah yang Yesus lakukan. Maukah kita juga melakukannya?

DOA:

Bapa di surga, beri kami hikmat untuk mengalah ketika terjadi beda pemahaman untuk hal yang tidak bersifat prinsip. Amin.

Kategori
Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
Bagikan Artikel Ini