2 Timotius 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Ketakutan adalah salah satu musuh utama iman. Dalam kehidupan ini kita menghadapi banyak hal yang berpotensi menakutkan; masa depan yang tidak pasti, kekurangan ekonomi, penyakit, atau penolakan sosial. Namun Firman Tuhan menegaskan bahwa roh ketakutan bukan berasal dari Allah. Iman yang dewasa adalah iman yang belajar menolak dan menolak dan mengalahkan ketakutan dengan percaya penuh kepada Tuhan.
1. Ketakutan seringkali muncul karena iman yang lemah
Ketika iman tidak bertumbuh, maka hati mudah dikuasai kekhawatiran. Orang yang tidak mengenal Allah dengan baik, akan cenderung panik ketika situasi menjadi tidak terkendali. Injil Matius 6:26 ---“mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya ?” Yesus menegur murid-muridNya yang takut menghadapi badai, karena iman mereka belum dewasa. Iman yang kuat mampu memenangkan hati di tengah badai.
2. Iman yang dewasa percaya kendali Allah atas hidup
Iman yang matang tidak menuntut semua jawaban, tapi menyerahkan segala hal kepada Allah. Amsal 3:5-6 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Percaya kepada Allah berarti menyerahkan segala kekhawatiran kepadaNya
3. Kasih dan Iman berjalan seiring
Kasih yang besar kepada Allah akan menyingkirkan ketakutan. Ketika kita menyadari bahwa Allah mengasihi kita sepenuhnya, kita tidak akan lagi dikuasi oleh rasa takut 1 Yohanes 4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. Iman dewasa memahami bahwa kasih Allah jauh lebih besar dari segala ancaman hidup
4. Latih diri untuk percaya, bukan panik
Ketalutan adalah respons alami manusia, tetapi orang percaya harus belajar menggantinya dengan respon iman. Filipi 4:6-7 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Doa adalah latihan iman. Dari pada panik, orang percaya melatih diri untuk berseru kepada Tuhan.