"Tinggalkan Dosamu" Kolose 3:5-17
Dalam bagian Firman Tuhan ini, Rasul Paulus mengingatkan kita tentang cara hidup yang seharusnya ditunjukkan oleh orang yang telah dibenarkan oleh Kristus. Sebagai orang yang sudah diselamatkan, kita dipanggil untuk meninggalkan hidup dalam dosa dan hidup dalam kekudusan sesuai dengan kehendak Tuhan.
Dalam bagian ayat 5 Paulus memulai dengan sebuah perintah yang jelas:"Matikanlah dalam dirimu apa yang duniawi: percabulan, kecemaran, nafsu jahat, nafsu yang serakah (yang sama dengan penyembahan berhala)."
Dalam ayat ini, kita melihat bahwa dosa-dosa yang berhubungan dengan kehidupan duniawi harus ditinggalkan, bahkan "dimatikan" dalam hidup kita. Apa yang dimaksud dengan dosa duniawi? Dosa duniawi adalah segala sesuatu yang berasal dari hasrat daging kita yang tercemar, yang menjauhkan kita dari kehendak Tuhan. Paulus menyebutkan beberapa dosa spesifik yang perlu kita tinggalkan, seperti percabulan, kecemaran, dan nafsu serakah. Dosa-dosa ini bukan hanya merusak hubungan kita dengan Tuhan, tetapi juga merusak hubungan kita dengan sesama. Kita yang telah diselamatkan oleh Kristus seharusnya tidak lagi hidup dalam perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan kekudusan dan kebenaran-Nya.
Kolose 3:9-10, Paulus mengingatkan kita untuk meninggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru: "Janganlah saling berdusta, karena kamu telah menanggalkan manusia lama dengan segala kelakuannya dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya." Ketika kita menerima Kristus, kita bukan hanya mengalami perubahan di dalam hati, tetapi juga di dalam cara hidup kita. Kita dituntut untuk menanggalkan manusia lama yang penuh dengan dosa, kebohongan, dan ketidakbenaran, dan mengenakan manusia baru yang diperbaharui dalam gambar Kristus. Ini adalah sebuah proses yang terus-menerus. Setiap hari, kita harus memperbarui hidup kita dengan kebenaran Firman Tuhan, sehingga hidup kita semakin mencerminkan karakter Kristus.
Kasih adalah inti dari kehidupan Kristen yang sejati. Dalam Kolose 3:12-14, Paulus berkata: "Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Tuhan yang kudus dan yang terkasih, kenakanlah belas kasihan, kebaikan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. Saling bertolong-tolonganlah, kalau seorang menanggung keluhan, yang lain saling menolong. Dan di atas semuanya itu, kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan." Di dalam kehidupan yang baru, kasih adalah pengikat yang mempersatukan kita sebagai tubuh Kristus. Kasih bukan hanya sebuah perasaan, tetapi sebuah tindakan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Paulus mengingatkan kita untuk hidup dalam damai sejahtera Kristus. Kolose 3:15-17 berkata: "Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus tinggal dengan kaya di dalam kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat saling mengajar dan menasihati dengan mazmur dan puji-pujian dan lagu rohani yang diungkapkan dengan syukur kepada Tuhan di dalam hatimu." Kehidupan yang penuh dengan damai sejahtera ini akan membuat kita mampu hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, saling menguatkan dan mengajar dalam kasih. Ketika perkataan Kristus tinggal dengan kaya dalam hidup kita, kita akan menjadi pribadi yang penuh hikmat dan senantiasa bersyukur.
Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk meninggalkan dosa-dosa duniawi dan hidup dalam kehidupan baru yang Kristus tawarkan kepada kita. Marilah kita menanggalkan manusia lama dengan segala perbuatan dosanya, dan mengenakan manusia baru yang terus diperbaharui dalam gambar Kristus. Kita dipanggil untuk hidup dalam kasih, damai sejahtera, dan penuh syukur kepada Tuhan.