
Bacaan: Roma 12:1-8
Hari ini kita merayakan hari ulang tahun penyatuan GKI yang ke 38 dan tema kotbah di seluruh GKI adalah “Gereja Yang Terus Membarui Diri”. Tema ini sejalan dengan slogan reformasi gereja “Ecclesia reformata, semper reformanda Secundum Verbum Dei “ yang artinya adalah Gereja yang telah diperbarui, harus selalu memperbarui dirinya sesuai Firman Allah. Menjadi gereja yang terus menerus diperbarui agar sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, artinya keberadaan dan sepak terjang GKI harus terus menerus berubah menjadi semakin seperti Kristus yang berkarya di tengah tengah dunia.
Hari ini kita merayakan HUT GKI, Siapakah GKI itu ? GKI itu bukan hanya pendetanya, majelis jemaatnya tetapi adalah kita semua, seluruh jemaat GKI, baik dalam lingkup lokal, klasis, sinode wilayah maupun sinode. Jadi bagi kita semualah tema ini ditujukan, kita harus terus menerus diperbaharui sehingga karakater, karya dan hidup kita seperti Kristus.
Bacaan Alkitab yang mendasari tema ini, diambil dari Roma 12:1-8. Di ayat ke 1 ini, dikatakan bahwa rasul Paulus mendesak jemaat Roma untuk mempersembahkan tubuhnya kepada Allah. Mempersembahkan tubuhnya berarti menggunakan seluruh hati, pikiran, potensi, talenta, kepintaran, atau dengan kata lain segenap apa yang ada pada dirinya untuk melayani dan berkarya bagi Allah. Mempersembahkan tubuh seperti para imam di bait Allah yang mempersembahkan korban kepada Allah. Korban persembahan anak domba yang tidak bercacat dan sempurna. Demikianpula persembahan tubuh kepada Allah haruslah yang terbaik. Mempersembahkan tubuh adalah konsekuensi yang logis daripada keselamatan yang telah kita terima. Karena kemurahan Allah, kita telah diselamatkan oleh Kristus dari segala akibat dosa (Roma 1 – 11). Karena itu, Paulus mendesak pembacanya untuk mempersembahkan tubuhnya. Dalam Roma 6:13,19, Paulus meminta pembacanya untuk tidak lagi menggunakan anggota tubuhnya sebagai senjata kelaliman dan menjadi hamba kecemaran, melainkan menjadi senjata kebenaran dan hamba kebenaran. Inilah yang harus menjadi komitmen umat Tuhan.
Kalau ayat 1 adalah komitmen setelah menjadi umat Allah, maka ayat ke 2 adalah bagaimana kita menjaga komitmen tersebut. Kita menjaga komitmen tersebut dengan pertama tidak hidup menjadi serupa dengan dunia ini. Umat Tuhan memang berada dan hidup di dunia ini, tetapi ia tidak boleh cara hidup dan nilai hidupnya sama seperti kerajaan dunia ini. Ia harus memiliki cara dan nilai hidup kerajaan Allah. Kedua, Ia harus terus menerus diubahkan melalui pembaharuan budinya. Kata “budi” disini bisa dipahami sebagai cara pandang (worldview) ataupun nilai hidup yang dipegangnya. Kita ketahui bahwa cara pandang dan nilai hidup adalah yang membentuk dan membangun hidup seseorang. Karena itu, dengan membarui budi terus menerus maka secara otomatis, akan membaharui jalan hidup seseorang secara terus menerus.
Hari ini kita merayakan Hut GKI yang ke 38, melalui tema kotbah ini, kita diingatkan untuk menjadi gereja yang terus menerus dibarui sesuai kebenaran firman Allah agar kita bisa berkarya di tengah tengah Masyarakat. Kiranya Tuhan Yesus senantiasa menyertai dan memberkati perjalanan kehidupan Gereja Kristen Indonesia.
Selamat ulang tahun bagi kita semua…
Pdt. Andi Huang