Ketekunan adalah kualitas yang sangat dihargai dalam Alkitab. Dalam perjalanan iman, ketekunan menjadi salah satu kunci untuk bertahan dalam setiap tantangan dan kesulitan. Ketekunan menunjukkan kesetiaan dan keteguhan hati dalam mengikuti jalan Tuhan meskipun menghadapi ujian.
* Ketekunan dalam Menghadapi Pencobaan Dalam Yakobus 1:2-4, kita diajarkan untuk menganggap segala pencobaan sebagai suatu sukacita, karena melalui pencobaan, ketekunan kita akan berkembang.
"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai percobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Tetapi ketekunan harus mempunyai buah yang sempurna, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh, dan tidak kekurangan suatu apapun." (Yakobus 1:2-4)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap pencobaan yang kita hadapi, jika kita bertahan dan tetap percaya kepada Tuhan, akan menghasilkan ketekunan yang mematangkan iman kita. Ketekunan ini tidak hanya membentuk karakter kita tetapi juga membawa kita menuju kedewasaan rohani.
* Ketekunan dalam Iman dan Perbuatan Dalam Ibrani 12:1-2, kita diajak untuk "berlari dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita," dengan mata tertuju pada Yesus, yang adalah teladan kita dalam ketekunan.
"Karena kita mempunyai banyak saksi seperti awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan segala beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan dengan tekun berlomba dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita, sambil memandang kepada Yesus, yang memimpin iman kita dan yang membawa iman itu kepada kesempurnaan." (Ibrani 12:1-2)
Ketekunan dalam iman juga berarti menjaga fokus kita kepada Yesus, yang telah memberi teladan sempurna dalam hal ketekunan. Yesus tidak menyerah meski mengalami penderitaan yang sangat berat di kayu salib. Kita dipanggil untuk mengikuti teladan-Nya dalam ketekunan dalam hidup kita.
* Ketekunan dalam Berbuat Baik Alkitab juga mengingatkan kita untuk tidak bosan berbuat baik, meskipun terkadang kita tidak melihat hasil yang langsung atau kita merasa lelah. Dalam Galatia 6:9, kita diingatkan untuk tidak lelah dalam berbuat baik, karena pada waktunya kita akan menuai hasilnya.
"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." (Galatia 6:9)
Ayat ini menekankan pentingnya ketekunan dalam melakukan hal-hal yang benar dan baik. Bahkan ketika hasilnya belum tampak, kita diingatkan untuk tetap setia dan terus melakukan yang benar, karena Tuhan akan memberikan ganjarannya pada waktu yang tepat.
* Ketekunan dan Janji Tuhan. Ketekunan juga sangat berkaitan dengan pengharapan kita akan janji-janji Tuhan. Dalam Wahyu 3:10, Yesus memberi janji kepada mereka yang tetap tekun dalam iman dan taat kepada-Nya.
"Karena engkau menuruti perkataan-Ku yang sabar, Aku juga akan menuruti engkau, dan akan meluputkan engkau dari saat pencobaan yang akan datang ke seluruh dunia, untuk mencoba mereka yang diam di bumi." (Wahyu 3:10)
Ketekunan kita dalam mengikut Tuhan akan dibayar dengan janji-janji-Nya yang setia. Meskipun kita mengalami penderitaan dan tantangan, Tuhan menjanjikan perlindungan dan pengharapan bagi mereka yang tetap setia. Amin