Reborn
  
CAKRAWALA KEBANGKITAN
Dipublikasikan pada 25 Maret 2026
2 min baca

Matius 22:23-33

“Akulah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.” (Matius 22:32)

Kebangkitan Kristus adalah hal yang sangat fundamental dalam iman Kristen. Keyakinan tersebut memiliki cakrawala yang luas, seluas kehidupan itu sendiri. Karya Allah inilah yang membuat kekristenan bertahan dan kehidupan terus berlangsung dengan segala dinamikanya.

Orang Saduki adalah kelompok orang Yahudi yang tidak percaya akan kebangkitan. Mereka kemudian mengemukakan contoh yang tampak logis mengenai kebangkitan. Ada seorang perempuan yang bersuami lebih dari satu. Setelah bangkit, siapakah yang akan menjadi suaminya? Yesus menjawab mereka dengan koreksi yang tegas. Perkara kebangkitan bukan soal kawin-mengawin. Kebangkitan adalah soal “surgawi,” yakni bagaimana orang hidup dalam rancangan Allah. Allah yang disembah sejak nenek moyang Israel adalah Allah orang hidup. Karena itu, hidup sejak di dunia ini harus selaras dengan kehendak Allah, bukan dengan adat istiadat yang keliru hingga akhirnya mengacaukan cara berpikir dan perilaku. Kebangkitan adalah karya Allah yang membawa manusia kembali kepada rancangan-Nya. Oleh karena itu, tidak ada satu inci pun kehidupan kita yang tidak dipengaruhi oleh cakrawala kebangkitan. Allah menghendaki agar setiap usaha dan karya diilhami serta dinafasi oleh semangat kebangkitan dan rancangan Allah di dalam Kristus, sehingga kita tidak terjebak pada masa kini, tetapi terbuka bagi masa depan yang sedang datang.

REFLEKSI:
Kebangkitan adalah cakrawala yang Allah karuniakan dalam Kristus agar manusia melihat hidup dan terus berpengharapan di masa kini.

Kategori
Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
Bagikan Artikel Ini