
Bacaan: Kejadian 37:1-4, 12-28
Lagu l Have a Dream dinyanyikan pertama kali oleh biduanita ABBA pada Desember 1979. Boysband Westlife mendaur ulang lagu tersebut pada Desember 1999. Sepenggal lirik lagu tersebut: l have a dream, a song to sing. To help me cope with anything.
Katanya, lagu di atas terinspirasi oleh pidato termahsyur sepanjang masa oleh Pdt. Martin Luther King, Jr. berjudul sama: I HAVE A DREAM. Durasi pidato sekitar 17 menit menggetarkan Lincoln Memorial di Washington DC pada 28 Agustus 1963. Pidato yang menggemparkan tidak kurang 230.000 yang hadir saat itu.
Tahun 1971, John Lennon menulis dan menyanyikan lagu berjudul IMAGINE. Salah satu syair lagu tersebut: “You may say I am a dreamer, but l am not the only one. I hope someday you’ll join us. And the world will be as one”.
Tahun 2008, band Nidji menyanyikan soundtrack film Laskar Pelangi. Lagu ini dibuka dengan kalimat: Mimpi adalah kunci.
Kehidupan Yusuf identik dengan mimpi. Ia hidup dalam pusaran mimpi. Iri dan benci kakak-kakaknya kian menjadi karena mimpi-mimpinya (Kej 37:5,9) sehingga dia dijuluki tukang mimpi (Kej 37:19). Memang ada yang salah kah dengan mimpi?
Iri, dengki dan benci, itu semua jahat dan tidak sehat. Tetapi menyebabkan orang jadi iri, dengki dan benci juga salah dan bermasalah. Apa lagi ditambah cerita mimpi yang merendahkan orang lain (Kej 37:5-11).
Terlatih berada dalam pusaran mimpi membuat Yusuf ahli menafsirkan mimpi. Dan itu dibuktikan melalui proses perjalanan derita sengsara nestapa diawali dengan dijual menjadi budak oleh saudara-saudaranya (Kej 37:27-28).
Dengan keahlian menafsirkan dan mengartikan mimpi, Yusuf mampu memahami kenyataan pergumulan hidup dan harapan karena penyertaan Tuhan dalam kehidupannya.
Kata orang bijak: Mimpi menjadi indah dan nyata bila dikerjakan dalam laku hidup (ojo turu untuk ngimpi ae...!)
Amin
Pdt. Em. Simon Filantropha