Reborn
  
BERLANGSUNG BAIK DAN BERKELANJUTAN
Dipublikasikan pada 04 Januari 2026
5 min baca

Bacaan: Efesus 1: 3-14

71 tahun GKI Emaus, terpujilah Tuhan! Dari masa ke masa, dari tahun ke tahun, GKI Emaus dapat mengarungi zaman yang terus berubah, terpujilah Tuhan! Bila kehidupan GKI Emaus dapat berlangsung baik dan berkelanjutan, semua terjadi oleh karena kasih karunia demi kasih karunia yang Tuhan berikan. “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga (ay.3)”.

Ada banyak gambaran yang digunakan Alkitab untuk menyebut tentang umat, gereja atau jemaat Tuhan, tetapi yang pasti, gereja pada hakikatnya tidak pernah mengacu pada sebuah bangunan, tetapi selalu menunjuk pada orang-orang yang percaya dan mengikut Tuhan Yesus Kristus. Kata “gereja” dalam Alkitab Perjanjian Baru berbahasa Yunani ditulis dengan kata “eklesia”, secara hurufiah, kata “ek” berarti keluar, dan kata “kaleo” berarti dipanggil. Dengan demikian, secara singkat dapat dikatakan bahwa gereja sebenarnya merupakan wujud kumpulan orang-orang yang dipanggil keluar dari kegelapan untuk menerima terang Tuhan yang ajaib dalam rangka tugas perutusan, yaitu menjalankan misi Allah dengan memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Tuhan (1 Petrus 2:9).

Gereja dalam pengertian yang sebenarnya bukanlah gedungnya, melainkan wujud dari kumpulan orang yang dipanggil untuk menjalankan misi Kristus di dunia ini. Ada tiga (3) penegasan jati diri gereja dalam rangka mengemban misi ini. Pertama, gereja merupakan komunitas/kumpulan orang-orang yang dipilih oleh Allah, supaya hidup kudus dan tak bercacat di hadapan-nya (ay.4). Kedua, gereja dijadikan anak-anak-Nya, supaya terpujilah anugerah-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya (ay.5-6). Ketiga, gereja merupakan komunitas yang beroleh penebusan sehingga menjadi milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya (ay.14).

Gereja adalah milik Kristus, yaitu kumpulan orang yang disatukan oleh Kristus sendiri, karena pengenalan dan kepercayaan mereka kepada-Nya. Di dalam Perjanjian Lama, umat Tuhan digambarkan sebagai domba peliharaan Allah, Sang Gembala Agung (Yehezkiel 34:15; Mazmur 100:3), dan berlanjut di dalam Perjanjian Baru lewat ucapan Yesus, “Akulah Gembala yang baik, dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku” (Yohanes 10:14).

Penegasan jati diri gereja tersebut menempatkan gereja seperti sebuah keluarga yang hidup dalam rumah, yang akan menjamin kepentingan keluarga untuk tumbuh, memberi kemungkinan untuk hidup bergaul dengan tetangganya, dan tentu saja dapat memberikan ketenangan, kesenangan, kebahagiaan dan kenyamanan. Seperti rumah, gereja juga harus dapat menjadi tempat sosialisasi dan pendidikan. Penanaman nilai-nilai yang baik melalui pembiasaan dapat dilakukan dengan menciptakan dialog antar anggotanya, sehingga masing-masing merasa nyaman dan betah untuk menceritakan banyak hal baik dari generasi ke generasi. Seperti rumah, gereja harus menjadi wadah bagi anggota-anggotanya untuk berinteraksi seorang dengan yang lain, maupun dengan dirinya sendiri.

Gereja hidup dan bergerak dinamis sebagai organisme, dengan Yesus Kristus sebagai kunci kehidupannya. Di dalam dan melalui gereja, Dia menjumpai, memanggil, mengubah, memperlengkapi dan mengutus umat-Nya ke dunia. Tuhan memakai gereja untuk memperkenalkan keselamatan kepada mereka yangbelum mengenal-nya, dan untuk memelihara iman orang percaya. Gereja adalah alat Tuhan untuk mengungkapkan belas kasih dan kepeduliaan-Nya terhadap dunia, agar dunia berlangsung baik dan berkelanjutan. Amin.

*Pdt. Setyahadi

Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
Bagikan Artikel Ini