Reborn
  
BENERAN BERTOBAT?
Dipublikasikan pada 10 Januari 2026
2 min baca

Bacaan: Kisah Para Rasul 9:19b-31

Saulus tinggal bersama mereka di Yerusalem, dan dengan berani mengajar dalam nama Tuhan.

(Kisah Para Rasul 9:28)

“Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya.” Begitulah ungkapan bijak yang kerap kita dengar, yang berarti bahwa sekali seseorang ketahuan berperangai tidak baik, selamanya orang tidak akan percaya. Bahkan, sering kali, meskipun ia telah bertobat dan berbuat benar, orang tetap saja sulit untuk memercayainya.

Inilah yang terjadi pada Saulus sebelum ia menjadi rasul Kristus. Ia dikenal sebagai penganiaya orang Kristen (Kis. 9:1–2). Ketika kemudian Saulus mengalami “perjumpaan” dengan Tuhan Yesus yang membawa pada pertobatannya, jemaat tidak serta-merta memercayai perubahan tersebut. Bagaimana Saulus merespons penolakan itu? Ia bisa saja marah dan kembali menjadi penganiaya. Namun, Saulus memilih untuk tetap tinggal bersama jemaat yang dahulu ia aniaya. Ia membiarkan mereka melihat dan menilai sendiri pertobatan serta perubahan yang terjadi dalam dirinya, hingga akhirnya jemaat yakin bahwa Saulus tidak berpura-pura.

Apa yang terjadi pada Saulus bisa juga kita alami. Meskipun kita sudah berubah menjadi pribadi yang lebih baik, bisa jadi orang-orang masih menganggap kita sama seperti dahulu. Mereka tetap melabeli kita sebagai “Si Pemarah”, “Si Pembohong”, “Si Tukang Selingkuh”, dan sebagainya. Menghadapi tuduhan seperti itu memang terasa melemahkan. Namun, mari kita tetap bertahan di jalur pertobatan.

REFLEKSI:

Pertobatan butuh bukti dalam hidup setiap hari.

Kategori
Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
Bagikan Artikel Ini