Reborn
  
MEMUJI TUHAN DI WAKTU MALAM
Dipublikasikan pada 20 April 2026
2 min baca

Mazmur 134

Mari, pujilah TUHAN, hai semua hamba TUHAN, yang melayani di Rumah TUHAN pada waktu malam. Angkatlah tanganmu ke tempat kudus dan pujilah TUHAN! (Mazmur 134:1-2)

Kesetiaan sejati tidak hanya bersinar di siang hari, tetapi juga tetap menyala di tengah malam. Memuji dan melayani Tuhan bukan hanya dilakukan pada siang hari, yaitu ketika segalanya dalam hidup berjalan lancar, nyaman, dan jelas arah yang akan kita tuju, melainkan juga pada saat gelap menyelimuti kehidupan kita: saat doa belum terjawab, saat merasa sendiri, dan ketika arah tujuan hidup tidak terlihat dengan jelas.

Mazmur 134 merupakan bagian dari mazmur ziarah yang dinyanyikan para peziarah yang datang ke Yerusalem. Mazmur ini berisi seruan agar dalam perziarahan itu para imam dan hamba TUHAN terus memuji TUHAN, bahkan pada waktu malam. Waktu malam sering kali menjadi simbol rasa kesepian, keletihan dalam hidup, masa sulit dan penuh pergumulan, serta ketidakjelasan akan hari esok. Memuji TUHAN bukan hanya dilakukan ketika semuanya berjalan baik dan lancar sebagaimana yang kita harapkan, tetapi juga ketika kehidupan terasa gelap. Kesetiaan memuji TUHAN di saat gelap menunjukkan pengharapan yang teguh dan tidak goyah kepada-Nya.

Di tengah ziarah kehidupan, marilah kita belajar untuk tetap memuji Tuhan, seperti ajakan pemazmur. Memuji Tuhan bukan hanya ketika terang bersinar, tetapi juga di tengah malam yang penuh kesunyian dan pergumulan. Dia adalah Allah yang mendengar dan akan menolong kita.

DOA:
Tuhan, mampukan kami untuk memuji-Mu di sepanjang ziarah kehidupan yang kami jalani. Amin.

Kategori
Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
Bagikan Artikel Ini